Selasa, 17 April 2012

Kalah tapi kau menang ....1

Selamat malam blogku. Aku akan mengakui sesuatu tentang beberapa tulisan yang aku kirimkan terkelompok pada masa dan harapan yang berbeda-Beda. Pertama, masa awal perkenalan dengan yang namanya blog. Tulisan pertama berlanjut pada tulisan lainnya. Sampai akhirnya dah cukup banyak yg dipublikasikan. Model cerita tentang kumpulan kisah teman-teman dari yang tak punya jati diri, sepi sampai kecewa pada hubungan pertamanya. Kelompok kedua, model Ceritanya tentang masa-masa pelariannya dan petualangan. Dan awal untuk rasa yang kuat dan penuh semangat. Disini alur lebih berbunga dan pendewasaan diri muncul memberi kekosongan yg lama hampa. Ini babak cerita sebenarnya. Kelompok ketiga, sedikit tulisan yang kubagikan karena kulihat perhatiaannya saat ini penuh dengan suara harmoni asmara. Jadi jangan salah, meski begitu alur cerita sudah mulai kuat dan bukan khalayan angan-angan. Emosi mulai tergali dan karakternya kuat meski rasa takut itu selalu membayangi Kelompok keempat, isinya mulai menunjukan penjiwaan yang mulai mundur. Model cerita terasa sendu dan pasang surut. Sudut pandang pada realita ternyata hanyalah topeng dan menjadi korban tipu daya. Kelompok terakhir, sampai batas pada tulisan yang telah dipublikasikan sebelum tulisan ini. Model cerita menuju pamungkas dari semua pelajaran hidup yang membuka matanya, pikiran yang dimainkan, langkah yang salah dan kepercayaan yang dimainkan. Kesimpulan musim pertama ini bahwa meski kalah dan menyakitkan, tapi menang dan tersenyum. Kok bisa??? ( berlanjut pada tulisan berikutnya ya Blogger )

Kalah tapi kau menang ....2


Sebelum memulai tulisan musim kedua, lebih baik tuntaskan tugas hingga akhir biar gak menggantung....hehehe. Kenapa memilih kata-kata itu sih..... Karena dia wanita yang punya sadar diri kapan berhenti dan kapan terus. Dan itu membuatnya wanita dewasa meski tak terima awalnya. Laki-laki berdosa dan melenggang pergi sebagai pengecut. Bahkan bertingkah seolah sebagai korban dan kemunafikan. Karena temanku tak menjadi lemah dan terhina karena dia tak mencari pelarian. Tapi mencari penyelesaian dan masukan. Bandingkan yg sok kuat tapi lemah dan takut kesepian lantas membuat pilihannya yang awal dikira itu kekalahan telak. Tapi Allah SWT sayang pada temanku. Karena meski duka tapi hatinya lega. Kenapa? Laki-laki yang baik jodohnya wanita yang baik pula. Laki-Laki yang tidak baik jodohnya wanita yang tidak baik. Aku memang gak tau calonnya (pd awalnya) dan tau temanku. Seperti yg saya bilang tadi Allah SWT sayang pada temanku karena doanya dikabulkan. Karena Melalui perantara-Nya dalam wujud yang dikenalnya membuka Mata dan hati temanku. Ada alasan, pertama , dilihat dari latar belakang perjalanannya yg gagal karena masalah yang sama, respond yang sama dan terus seperti i tu. Dan sayangnya temanku salah satu korbannya. Meski begitu Hal ini sangat disayangkan oleh temanku. Alasan berikutnya, apakah calonnya lebih baik dari pada temanku ini. Mengapa? Melalui perantara-Nya pula bahwa ketua mengeluhkan betapa seorang wanita seorang ibu memilih menitipkan buah hatinya dari pagi sampai petang setiap harinya. Ketua mengeluhkan pula seorang wanita dewasa tak memandang baik beliau meskipun itu sapa sekilas, meski ketua berada dekat sang putri. Temanku merasa kasihan padanya karena tak menyadari ini akan menjadi babak kedua cerita tali pernikahan tersebut. Dia tak menyesal dan marah karena dicampakkan sepihak. Temanku sedih karena dalam hatinya percaya dia bisa jadi lebih baik dan terarah. Dia lebih khawatir kepada ketua yang mulai lemah akan membatin dan bukan ini seharusnya. Dengan rasa hormat pada ketua, temanku meminta dia pada Tuhan YME untuk diberi kekuatan dan kesehatan agar tak merasa kesepian dan tak nyaman berlama-lama menyaksikan hiburan television. ...entah seperti apa logikanya saat ini? ...entah seberapa besar nyalinya yang tertutup sejak lama? ...entahlah. Dia telah gagal menyelamatkanmu dan sedih. Tapi dia kecewa karena kau salah besar. Bukan mencari yang bisa menghormati dan menemani buah hatinya bersama ketua dan kamu bersama. Hanya indah berdua ....Dewasalah. Dan itu yang membuat temanku tersenyum lega karena dia lebih bermoral. THE END

Senin, 16 April 2012

Mendoakan untuk yang tercinta

Beberapa malam telah lewat dan setiap malam itu terbangun karena mimpi pengkhianatku dan tersadar dengan membawa kecemasan tapi ada asa. Bangkit dan basuh ragaku suci segera mengadu pada-Nya. Meminta perlindungan dan tuntunan pada hinanya aku. Sembari menundukkan wajah yang tak kuasa atas kelemahannya untuk setia pada hati, tak berdaya maju dan meraih mereka, tak sanggup kelima panca inderaku melihat, berkata, mendengar, merasakan dan mencium untuk sejalan oleh bisikan nurani ketika skal mati sesaat itu. Masih dalam sujudku memohon agar orang-orang yang aku sayangi melunak mata batinnya dan tetap menjadi yang aku sayang. Masih dalam sujudku memohon agar orang-orang yang aku banggakan menghormatiku dan tetap menjadi yang aku banggakan. Masih dalam sujudku memohon agar orang-orang yang aku percaya memahami buatku untuk bergumul harmonis dan tetap menjadi yang aku indahkan. Masih dalam sujudku ini memohon agar kami semua, umat-Mu yang hina dan berdosa ini tak mati nuraninya, tak rusak akhlaknya, tak hilang kesadarannya. Aku memohon meski aku gadis kecil yang lemah dan dicampakkan, meski aku gadis kecil yang tak didengar, dan meski aku gadis kecil yang dibuangnya tanpa .... Aku tetap sayang kalian. Aku tetap peduli pada kalian. Aku tetap percaya pada kalian. Karena aku meminta pada-Nya selalu. Love you all.

Sadarkan dan rasakan hampa dan realita

Pertemuan terakhir itu seminggu yang lalu saat awal bulan dan ditemani gerimis malam. Mengajaknya berbincang Da...Da...Da...demi memecahkan suasana ketakutan. Membuat langkah pertama dan mengabaikan miris ini asalkan dibalik layar ini ada dia, Pelindung malam. Entah masih dan sembunyi, atau mati dan kasihan. Jika saja aku berteman dengan angin, maka kuminta jadikan aq sekutu mereka malam ini melewati ribuan jarak hanya membawa satu asa agar bisa mengambil sebagian beban dipundaknya. Jika saja aku berkawan dengan sekumpulan gemintang, maka hantarkan terang dan hangat doaku diam-diam karena hadirku tak diharapkan. Sesaat hanya duduk dan menerka kalimat apa yang muncul dihantarkannya. Menerka waktu tempuhnya tiba. Mengira-ngira seberapa kuat keingintahuannya membuka wacana pada masa sesaat ini. Namun semua fana dan berakhir cerita malam tanpa ada cerita tapi khayalan. Rasa hanya di jalan setapakku. Kini dan kini pun hingga detik puluhan ribu yang terhempas berai karena sebelah tangan dan separuh jiwa terlalu naif membuat hujan sepanjang pelupuk mata dan manipulasi kepercayaan dipertaruhkan.

Minggu, 15 April 2012

Menulis lagi

Hello blog...lama tak berjumpa dan banyak tak berbagi cerita dan pikiran. Beberapa waktu selama itu cerita yang bisa kubuat singkat saja adalah karena asa dan ibadah. Meski tulisan ini kini hanya untuk menulis dan biarkan semua lalu pass ijinNya. Because I love writing not waiting.....that's all. I miss my blog.