Kamis, 13 November 2008

Gadis

Aku mengenal gadis ini yang selama ini telah menjadi objekku...

Selama ini dia terlalu lemah untuk beridiri di atas raga dan nuraninya sendiri. Dia manis dan sangat jatuh kedalam harga diri orang yang dihormatinya.

Jika dikatakan dia mampu....Dia mampu tapi dia berjuang seorang diri untuk berjalan ke arah yang ditujunya. Menemui cintanya yang menyembuhkan hatinya selama ini. Dia bukanlah apa-apa bagi orang yang dihormati gadis itu. Cinta dia padanya hanyalah penghancur harga diri mereka yang mulia.

Gadis itu terlalu naif jika ada diantara mereka yang akan mendukungnya.

Terlalu naif jika dua harus percaya dan duduk bersama dan bercanda dengan mereka. Setiap detiknya dia merasa sesak dan menahan tangisnya jauh didalam.

Gadis itu berharap jika saat ini dia melewati harinya bersama cintanya yang juga sama seperti dirinya. Berbagi cerita dan kehangatan dalam pelukkannya. Dia merasakan keadaannya lebih baik saat menerima kabar darinya, saat bersenandung bersamanya, dan saat mengingat kenangannya. Cinta itu sementara ini terengut. Bukan menyerah tapi mencari nafas untuk sesaat.

Berat sebetulnya untuk begini. Tak kuat untuk bertahan dalam tempat yang bisa melumpuhkan hati gadis itu padanya tapi dia meminta padaNya untuk bantu menemukan ketenangan dan ketegaran dalam dirinya dan kuatkan hatinya pada apa yang telah menjadi cahaya hidupnya dan penguatnya untuk bisa berdiri sebagai seorang manusia yang punya suara, punya harga diri, punya arti, punya rasa, dan punya hak untuk mendapatkan yang telah tersembunyi selama ini.

..Aku mengenalnya dan air mataku ini karena dia adalah hidupku. Aku perjuangkan dia untuk mendapatkan kebahagiaan sejatinya meskipun saat ini aku hanya duduk disampingnya tapi aku takkan melepaskan genggaman tangan ini. Aku dan dia berjuang dijalan dan dibayangan yang sama atas nama CINTA...

Tidak ada komentar: